Sabtu, 15 Oktober 2016
kepo
Tuhan maafkan kekepoanku hari ini. Hati ini hanya belum bisa menjauh pergi. Masih ingin menanam harapan, yang entah sampai kapan akan aku simpan.
Kamis, 13 Oktober 2016
Sisa
Mengenang yang sudah jauh disana...
Sedang saat bersama aku tak kuasa...
Karena takut menimbulkan cemburu sang Maha Esa...
Rabu, 12 Oktober 2016
Pertemuan yang terlewatkan
Banyak sekali moment pertemuan yang aku lewatkan, yang seandainya diusahakan mungkin akan menjadi suatu kenangan. Tapi aku terlalu penakut. Aku takut jika kita punya banyak kenangan bersama akan semakin sulit untuk aku melupa. Aku takut Tuhanku cemburu. Aku takut dan takut. Meski itu ku inginkan, tapi tak mau ku paksakan. Akhirnya pertemuan yang singkat antara kita itu sudah cukup bagiku, karena aku percaya itulah pertemuan yang Tuhan izinkan. Seandainya aku frontal, bisa saja banyak moment yang akan dilewatkan bersama. Tapi itulah, aku hanya seorang penakut.
Selasa, 11 Oktober 2016
Benci ?
Di dunia ini aku tak ingin membenci. Meski ku akui hati ini tak seutuhnya suci. Makanya ketika ada hal-hal yang mengarah pada sesuatu yang membuatku bisa kesal, marah, sedih itu sebisa mungkin ku hindari. Lebih baik aku yang menarik diri, menjauh pergi. Daripada aku mendengaf, membaca, atau mendapatkan kata-kata yang membuatku terluka, membuatku berduka, lebih baik aku yang pergi. Karena memberikan penjelasan pada orang yang tak mau mengerti adalah perbuatan yang sia-sia. Ketika aku dikatakan benci dengan orang lain, itu juga sungguh menyakitkan, betapa diriku selalu ingin menjaga hati agar tetap stabil. Setiap keadaan yang dialami tentu tak semua orang bisa memahami. Aku tak memaksa dan tak jua berharap diterima segala apa yang ku lakukan. Aku tak jauh-jauh dari salah dan khilaf jua. Tapi setiap tindakan yang aku lakukan tentu berdasarkan alasan yang itu tak perlu ku jelaskan pada semua orang, tak perlu aku membuat pengumuman. Akupun tak sempurna. Aku mudah terluka. Makanya aku lebih senang menarik diri, membungkam kata dari keriuhan yang ada. Terserah orang mau bilang apa. Aku hanya ingin bahagia....
Pengakuan
Minggu, 09 Oktober 2016
Mimpi
Kini hanyalah mimpi menatap dirimu kembali disini bersamaku lagi.... Merauke, Masjid Al-Aqsha..
Kamu lagi dan kamu lagi
Kamu, iya kamu... saat melintasi mesjid raya itu, aku ingat kamu. Aku ingat betapa bahagianya bisa melihatmu lagi walaupun nampak belakangnya saja, walaupun kamu tak melihatku. Kamu, mengapa begitu betah masih membayangi hari-hariku. Sebetulnya bukan salahmu, tapi salahku, yang tak bisa melepaskanmu, dari pikiranku. Kamu, seandainya kau tahu akankah ada sikap yang berbeda darimu ? Atau jangan-jangan sebenarnya kau sudah tahu tentang perasaanku ? Hingga kamu hanya ingin menjaga, tanpa ingin berkata, tanpa ingin mencoba memperjelas semuanya karena memang belum waktunya.